KONSEP PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Perkembangan ekonomi mengacu pada masalah negara terbelakang, sedang
pertumbuhan mengacu pada masalah negara maju. Menurut Schumpeter, perkembangan
adalah perubahan spontan dan terputus-putus dalam keadaan stasioner yang
senantiasa mengubah dan mengganti situasi keseimbangan yang ada sebelumnya.
Sedangkan pertumbuhan adalah perubahan jangka panjang secara perlahan dan
mantap yang terjadi melalui kenaikan tabungan dan penduduk.
Bedanya pertumbuhan dengan pembangunan adalah bahwa pertumbuhan lebih melihat
kepada target, sedang pembangunan melihat prosesnya. Namun demikian, istilah
perkembangan ekonomi digunakan secara bergantian dengan istilah pertumbuhan
ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan jangka panjang.
Ekonomi pembangunan bukan merupakan
ilmu yang baru karena pada dasarnya ekonomi pembangunan ini bangkit kembali
dari tidur lelapnya. Memang selama ini bidang yang satu ini agak terabaikan
dengan beberapa alasan diantaranya :
1. Beberapa negara berkembang sebelum PD II adalah merupakan
daerah jajahan, sehingga para penjajah beranggapan untuk tidak perlu memperhatikan
perkembangan daerah penjajahannya.
2. Kurangnya usaha para pemimpin masyarakat yang dijajah
untuk membahas masalah-masalah pembangunan ekonomi. Mereka memiliki dasar
pembenar bahwa pembangunan ekonomi bisa dilakukan bila penjajahan berakhir.
3. Di lingkungan ekonomi, penelitian dan analisis mengenai
masalah pembangunan ekonomi masih terbatas. pada era tersebut, para ekonom
barat memusatkan perhatiannya pada bagaimana mengatasi masalah kemelesetan
ekonomi dan pengangguran karena pada dekade awal abad 20, depresi dan
pengangguran merupakan masalah yang utama.
Kondisi demikian mulai berubah pasca
PD II. Segenap perhatian terhadap pembangunan ekonomi mulai tercurah dengan
pesat. Hal ini didasari oleh beberapa alasan, yaitu :
1. Kemauan dan keinginan dari negara-negara bekas jajahan
untuk mengejar ketertinggal mereka dengan negara-negara bekas penjajahnya.
misalnya Indonesia, India, Pakistan, Korea. negara-negara tersebut relatif
miskin dan menghadapi masalah kependudukan yang sangat serius.
2. Berkembangnya perhatian negara-negara maju terhadap Negara
Sedang Berkembang dengan alasan kemanusiaan sehingga mereka bersedia untuk
membantu proses pembangunan di NSB. (alasan ekonomi)
3. Alasan yang lain adalah untuk memperoleh dukungan dalam perang
ideologi antara Blok Barat dengan Blok Timur. (alasan politis).
2. Ruang Lingkup Ekonomi Pembangunan
Ada beberapa cakupan bahasan dalam Ekonomi Pembangunan diantaranya adalah :
1. Pertumbuhan Ekonomi,
2. Kemiskinan,
3. Pembentukan Modal,
4. Pengerahan Tabungan Dan
5. Bantuan Luar Negeri.
Memang dalam perkembangannya terjadi banyak pro dan kontra mengenai topik yang
menjadi bahasan dalam ekoomi pembangunan, hal ini dipicu oleh miskinnya
teori-teori pendukung yang dapat menciptakan kerangka dasar yang berlaku secara
generik dalam memberikan gambaran mengenai proses pembangunan ekonomi. Meski
demikian bukan berarti bahwa pola analisis ekonomi tidak dapat dijamah sama
sekali. karena itu pada hakekatnya pembahasan dalam ekonomi pembangunan dapat
dimasukkan dalam dua kelompok.
Kelompok pertama, adalah pembahasan mengenai pembangunan ekonomi baik yang
deskriptif maupun analistis yang memberikan gambaran tentang berbagai sifat
perekonomian dan masyarakat di NSB serta implikasi sifat-sifat tersebut untuk
pembangunan ekonomi di kawasan yang bersangkutan.
Kelompok kedua bersifat memberikan berbagai pilihan kebijaksanaan pembangunan
yang dapat dilaksanakan dalam upaya untuk mempercepat proses pembangunan di
NSB.
Dengan uraian tersebut maka dapatlah dirumuskan bahwa, Ekonomi Pembangunan
adalah suatu cabang dari ilmu ekonomi yang menganalisis masalah-masalah
yang dihadapi NSB dan mencari cara-cara untuk mengatasi masalah-masalah itu
agar negara-negara tersebut dapat membangun ekonominya lebih cepat lagi (
Arsyad;1999:6).
Selain itu diartikan juga bahwa : Ilmu Ekonomi Pembangunan adalah ilmu yang
memperlajari pembangunan ekonomi . (Hakim;2002:8).
Sedangkan yang dimaksudkan dengan Pembangunan Ekonomi , dikatakan ada atau
terjadi jika Pendapatan Nasional riil sebuah negara berubah dari tingkat statis
dan kemudian mampu bertumbuh dalam tingkat 5 sampai 7 persen atau lebih dalam
kurun waktu yang panjang. Pengertian yang lain mengatakan bahwa Pembangunan
Ekonomi dikatakan ada atau terjadi jika pendapatan nasional riil per kapita
sebauah negara (diukur dalam GNP riil perkapita atau dalam GDP riil perkapita)
berubah dari tingkat statis dan kemudian mampu tumbuh dalam tingkat 5 sampai 7
persen atau lebih dalam kurun waktu yang panjang.
Diakui bahwa memang masing-masing definisi tersebut mengandung banyak
kelemahan, dan seiring dengan perkembangan jaman maka Pembangunan Ekonomi
diartikan sebagai berikut : upaya penghapusan atau pengurangan tingkat
kemiskinan, penanggulangan ketimpangan tingkat pendapatan antara penduduk, dan
penyediaan lapangan kerja dalam konteks yang terus berkembang, serta upaya
untuk mengatasi keterbatasan pola pikir dari masyarakat negara-negara
berkembang.
Pengertian yang lain mengatakan bahwa Pembangunan Ekonomi bisa diartikan
sebagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan suatu negara untuk mengembangkan
kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya.
Pembangunan Ekonomi pada umumnya didefinisikan sebagai suau proses yang
menyebabkan kenaikan pendapatan riil per kapita penduduk suatu
negara dalam jangka panjang yang disertai oleh perbaikan sistem kelembagaan.
Kesimpulannya adalah bahwa dalam pembangunan ekonomi mengandung hal-hal sebagai
berikut :
1. Suatu proses yang berarti perubahan yang terjadi secara
terus menerus.
2. Usaha untuk menaikkan pendapatan perkapita
3. Kenaikan pendapatan perkapita itu harus terus berlangsung
dalam jangka panjang
4. Perbaikan sistem kelembagaan di segala bidang (misalnya
ekonomi, politik, hukum, sosial dan budaya). Sistem kelembagaan ini bisa
ditinjau dari 2 aspek yaitu aspek perbaikan di bidang organisasi (institusi)
dan perbaikan di bidang regulasi (baik legal formal maupun informal).
Konsep lainnya, yang tidak kalah pentingnya dalam Ekonomi
Pembangunan adalah Pertumbuhan Ekonomi. Konsep ini menekankan pada proses
kenaikan GNP atau GDP tanpa memperhatikan kondisi pertumbuhan penduduk dan
perubahan struktur ekonomi. dan teknik produksi baru juga harus ditingkatkan.
Pembentukan Modal Tetap Bruto
3. Persyaratan Dasar Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi tidak dapat dicapai semata-mata dengan menyingkirkan
hambatan yang menghalangi kemajuan ekonomi. Pendorong utama pertumbuhan ekonomi
ialah: upaya untuk berhemat (ekonomis), peningkatan pengetahuan atau
penerapannya dibidang produksi, dan peningkaan jumlah modal atau sumber lain
perkepala.
Tiga konsep ini nampaknya bisa
dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan. Untuk mencapai asa itulah beberapa
persyaratan pembangunan diperlukan, yaitu:
maksudnya bahwa pertumbuhan harusè1. Atas dasar kekuatan sendiri bertumpu pada kekuatan sendiri. Kekuatan luar
adalah sebagai pelengkap kekuatan nasional, membantu bukan menggantikan.
Ketergantungan pada luar negeri hanya akan menguntungkan pemodal asing yang
akan menguras sumber-sumber kekayaan alam dalam negeri saja.
ketidak sempurnaan pasar mengakibatkan
immobilitasè2. Menghilangkan
ketidak sempurnaan pasar faktor dan
menghambat ekspansi sektoral dan pembangunan. Untuk meniadakannya, maka lembaga
sosio ekonomi yang ada harus diperbaiki dan diganti dengan yang lebih baik.
Fasilitas kredit yang murah dan lebih luas harus disediakan bagi para petani,
pedagang kecil dan usahawan dan pengetahuan mereka mengenai pasar dan teknik
produksi harus ditingkatkan.
mengandung arti peralihan dari
masyarakat tradisional menjadi ekonomiè3. Perubahan struktural industri modern, yang mencakup peralihan
lembaga, sikap sosial dan motivasi yang ada secara radikal, perubahan
struktural semacam ini meyebabkan kesempatan kerja semakin banyak dan
produktivitas meningkat serta penggunaan sumber daya baru dan teknologi juga
akan semakin meningkat.
Ada yang menyebutkan hal ini sebagai kunciè4. Pembentukan modal utama pembangunan ekonomi. Proses pembentukan
modal melewati tiga tahapan, yaitu (1) kenaikan volume tabungan nyata yang
tergantung pada kemauan dan kemampuan menabung, (2) keberadaan lembaga kredit
dan keuangan untuk menggalakkan dan menyalurkan tabungan agar dapat dialihkan
menjadi dana yang dapat diinvestasikan, dan (3) penggunaan tabungan untuk
tujuan investasi dalam barang-barang modal dalam perusahaan, pembentukan modal
biasanya dibarengi dengan pembentukan keahlian karena keahlian berjalan
seiring dengan pembentukan modal.
Kriteria investasi harus memenuhiè5. Kriteria investasi yang tepat persyaratan: penggunaan paling produktif,
proyek diarahkan pada peningkatan manfaat buruh secara maksimum, diarahkan pada
pemanfaatan bahan dalam negeri, pertumbuhan yang seimbang (menjamah semua ranah
sektor perekonomian).
perbedaan tetap diakui ada tetapiè6. Persyaratan sosio budaya jangan dijadikan wahana untuk saling
merugikan satu sama lain.
menciptakan good government dan clean
government,è7.
Administrasi kebutuhan akan
pemerintahan yang bersih dan berwibawa akan sangat mendukung pelaksanaan
pembangunan ekonomi. Pemerintah harus memberikan layanan kepada masyarakat
kapan saja dibutuhkan untuk mendorong pembangunan ekonomi, ketertiban,
keadilan, pertahanan dan lain-lainnya.
5. Evolusi Makna
Pembangunan
Sejak semula yang membedakan negara maju dengan NSB adalah pendapatan rakyatnya.
Dengan ditingkatkannya pendapatan perkapita diharapkan masalah-masalah seperti
pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan distribusi pendapatan yang dihadapi
NSB dapat terpecahkan, misalnya melalui apa yang dinamakan dengan “dampak
merembes ke bawah” (trickle down effect) (Kuncoro;2000:7). Indikator
keberhasilan pembangunan semata-mata dilihat dari meningkatnya GNP perkapita
riil. Artinya kata kunci dalam pembangunan adalah pembentukan modal. Karena itu
dikatakan bahwa akselerasi pembangunan yang dianggap paling tepat adalah
dengan mengundang pemodal asing dan melakukan industrialisasi.
Paradigm tersebut sejatinya diilhami oleh Pengalaman Negara-negara Eropa
(eurocentrism) (Hettne, 1991 dalam Kuncoro;2000:8). Paham ini ditandai dengan
munculnya kapitalisme, naiknya masyarakat borjuis sebagai kelas yang dominan,
relative berhasilnya revolusi industry dan diperkenalkannya pertumbuhan sebagai
ide perkembangan masyarakat. Mainstream Eropa diterjemahkan lebih lanjut oleh
model Liberal, strategi kapitalis Negara, model soviet dan Keynesianisme. Model
liberal mendasarkan diri pada berlangsungnya mekanisme pasar, industrialsiasi
yang bertahap dan perkembangan teknologi, kapitalis merupakan reaksi dari
paradigm modernisasi, sedangkan Keynesian merupakan manifestasi dari
kapitalisme yang telah mencapai tahap dewasa yang intinya menghendaki campur
tangan peemrintah dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
6. Paradigma Baru
Dalam Pembangunan
Pertumbuhan (growth) tidak sama dengan pembangunan (development). Pertumbuhan
ekonomi sarat dengan masalah-masalah pengangguran, kemiskinan di perdesaan,
distribusi pendapatan yang timpang dan ketidakseimbangaan structural (Sjahrir
dalam Kuncoro;2000:9). Fakta ini yang agaknya memperkuat keyakinan bahwa
pertumbuhan ekonomi merupakan syarat yang diperlukan (necessary) tetapi tidak
mencukup (sufficient) bagi proses pembangunan. Pertumbuhan ekonomi hanya
mencatat peningkatan produksi barang dan jasa secara nasional, sedangkan
pembangunan ekonomi berdimensi lebih luas dari sekedar peningkatan pertumbuhan
ekonomi. Hal inilah yang menimbulkan pengkajian ulang tentang arti pembangunan
sebagai pergerakan ke atas dari seluruh system social, pertumbuhan dengan
perubahan (growth with change), terutama perubahan-perubahan nilai dan
kelembagaan. Kondisi ini dilandasi argument adanya dimensi kualitatif yang jauh
lebih penting disbanding pertumbuhan ekonomi. Hal inilah yang merupakan pemacu
sekaligus pemicu munculnya paradigm baru dalam pembangunan ekonomi.
Paradigma-paradigma baru dalam pembangunan yang dimaksud adalah pertumbuhan
dengan distribusi, kebutuhan pokok (basic needs), pembangunan mandiri (self
reliant- growth), pembangunan berkelanjutan dengan perhatian terhadap alam
(ecodevelopment), pembangunan yang memperhatikan ketimpangan pendapatan
menurut etnis (ethnodevelopment). Karena itu boleh dikatakan bahwa pembangunan
harus dilihat sebagai proses yang multidimensi yang mencakup tidak hanya
pembangunan ekonomi, namun juga mencakup perubahan-perubahan utama dalam
struktur social, perilaku dan kelembagaan.
6. Manfaat Pembangunan Ekonomi
1. Output kekayaan dari masyarakat akan bertambah
2. Pilihan menjadi semakin luas
3. Memberikan kemampuan yang lebih besar kepada manusia
untuk menguasai alam, dan akan dapat mempertinggi kebebasan manusia untuk
mengadakan suatu tindakan tertentu.
4. Dapat diperoleh suatu tambahan kebebasan untuk memilih
kesenangan yang lebih luas. Dalam perekonomian yang masih primitif orang
dipaksa untuk bekerja keras hanya untuk mempertahankan hidupnya untuk sekedar
tidak mati.
5. Idealnya untuk mengurangi gap antara yang kaya dan yang
miskin, antara negara maju dan negara sedang berkembang.
6. Memungkinkan orang untuk memikirkan lebih banyak
sifat-sifat kemanusiaan oleh karena semakin banyaknya sarana yang tersedia.
(Prayitno;1996:44).
FAKTOR-FAKTOR
YANG MENENTUKAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Proses pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh dua macam faktor:
1. Faktor ekonomi
• Sumber alam atau tanah. Yang mencakup: kesuburan tanah, letak dan susunannya,
kekayaan hutan, mineral, iklim, sumber air, sumber lautan, dsb. Lewis:
"Dengan hal-hal yang sama, orang dapat mempergunakan dengan lebih baik
kekayaan alamnya dibandingkan apabila mereka tidak memilikinya."
• Akumulasi Modal. Modal berarti persediaan faktor produksi yang secara fisik
dapat direproduksi. Apabila stok modal naik dalam batas waktu tertentu maka
disebut akumulasi modal atau pembentukan modal.
Nurskse: "Makna pembentukan modal adalah masyarakat tidak melakukan
keseluruhan kegiatannya saat ini sekedar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumsi yang mendesak, tetapi mengarahkan sebagian daripadanya untuk pembuatan
barang modal, alat-alat dan perlengkapan, mesin dan fasilitas pengangkutan,
pabrik dan peralatannya."
Kuznets: "rasio modal output marginal atau ICOR (incremental
capital-output ratio; incremental = marginal) memainkan peranan penting dalam
pertumbuhan ekonomi modern".
• Organisasi. Organisasi berkaitan dengan penggunaan faktor produksi di dalam
kegiatan ekonomi. Organisasi bersifat melengkapi (komplemen) modal, buruh, dan
membantu meningkatkan produktivitasnya.
Dalam pertumbuhan ekonomi modern, wiraswastawan tampil sebagai organisator dan
pengambil resiko diantara ketidakpastian. Schumpeter: "wiraswastawan tidak
perlu seorang kapitalis, tapi berfungsi melakukan pembaruan (inovasi)."
Contoh revolusi industri di Inggris.
• Kemajuan teknologi. Perubahan teknologi dianggap sebagai faktor paling
penting di dalam proses pertumbuhan ekonomi. Perubahan tersebut berkaitan
dengan perubahan di dalam metode produksi sebagai hasil pembaruan atau teknik
penelitian baru. Perubahan ini menaikkan produktivitas buruh, modal, dan faktor
produksi lain.
Kuznets: lima pola penting pertumbuhan teknologi dalam pertumbuhan ekonomi
modern, yaitu
(1) penemuan ilmiah,
(2) invensi,
(3) inovasi atau pembaruan,
(4) penyempurnaan,
(5) penyebarluasan penemuan.
• Pembagian kerja dan skala produksi. Spesialisasi dan pembagian kerja
menimbulkan peningkatan produktivitas. Adam Smith menekankan arti penting
pembagian kerja bagi perkembangan ekonomi. Pembagian kerja à perbaikan
kemampuan produksi buruh à buruh lebih efisien à menghemat waktu à mampu
menemukan mesin baru à produksi meningkat.
2. Faktor non-ekonomi
• Lembaga atau faktor sosial dan budaya. Pendidikan dan kebudayaan di Barat
membawa ke arah penalaran (reasoning) dan skeptisisme à menanamkan semangat
baru dan memunculkan kelas pedagang baru à menghasilkan perubahan pandangan,
harapan, struktur dan nilai-nilai sosial à orang dibiasakan menabung dan
berinvestasi dan menikmati resiko untuk memperoleh laba. Lewis: "hasrat
untuk berhemat", memaksimumkan output untuk input tertentu.
• Sumberdaya manusia. Pengembangan faktor manusia berkaitan dengan efisiensi
dan produktivitas, yang oleh ahli ekonomi disebut pembentukan modal insani,
yaitu proses peningkatan ilmu pengetahuan, keterampilan dan kemampuan seluruh
penduduk negara ybs.
Jumlah penduduk yyang melonjak cepat merupakan penghambat bagi pembangunan di
negara berkembang.
• Faktor politik dan administratif. Stabilitas politik dan administrasi yang
kokoh membantu pertumbuhan ekonomi modern. Administrasi yang kuat, efisien, dan
tidak korup sangat penting bagi pembangunan ekonomi. Demikian juga dengan
ketertiban, stabilitas dan perlindungan hukum mendorong kewiraswastaan.
Struktur politik dan administrasi yang lemah merupakan penghambat besar bagi
pembangunan ekonomi negara terbelakang.
TEORI-TEORI
PEMBANGUNAN
1. Teori Adam Smith
• Ahli ekonomi Klasik yang paling terkemuka.
• Bukunya yang terkenal: "An Inquiry into the Nature and Cause of the
Wealth of Nations" (1776).
• Meyakini doktrin hukum alam dalam persoalan ekonomi à orang dibiarkan
mengembangkan kepentingan pribadinya à setiap individu akan dibimbing oleh
suatu "kekuatan yang tidak terlihat" atau invisible hand, yaitu pasar
persaingan sempurna. Jadi, jika semua orang dibiarkan bebas akan memaksimalkan
kesejahteraan mereka secara agregat.
• Teori pertumbuhan ekonomi:
(1) pembagian kerja,
(2) proses pemupukan modal,
(3) agen pertumbuhan ekonomi,
(4) proses pertumbuhan.
• Pembagian kerja: meningkatnya keterampilan kerja, penghematan waktu dalam
memproduksi barang, penemuan mesin yang sangat menghemat tenaga.
• Proses pemupukan modal: kaum kapitalis dan tuan tanah yang mampu menabung,
sedangkan kelompok pekerja diperkirakan tidak mampu menabung. Mengapa pemilik
modal menanamkan modalnya? Iklim investasi? Tingkat suku bunga?
2. Teori Ricardian
• Buku David Ricardo: "The Principles of Political Economy and
Taxation" (1917).
• Teori distribusi, dengan asumsi:
(1) seluruh tanah digunakan untuk produksi gandum dan angkatan kerja dalam
pertanian membantu menentukan distribusi industri,
(2) berlaku "law of diminishing return" bagi tanah,
(3) persediaan tanah tetap,
(4) permintaan akan gandum inelastis,
(5) buruh dan modal merupakan input variables,
(6) keadaan pengetahuan teknis adalah tertentu atau given,
(7) upah buruh cukup untuk hidup minimal,
(8) harga penawaran buruh tertentu dan tetap,
(9) permintaan akan buruh tergantung pada pemupukan modal,
(10) terdapat persaingan yang sempurna,
(11) pemupukan modal dihasilkan dari keuntungan.
• Atas dasar asumsi tersebut di atas, Ricardo membangun teorinya tentang saling
hubungan antara tiga kelompok dalam perekonomian yaitu tuan tanah, kapitalis,
dan buruh. Masing-masing kelompok mendapatkan uang sewa, keuntungan, dan upah.
• Sewa per unit buruh adalah perbedaan antara produk rata-rata dan produk
marginal. Atau keseluruhan sewa sama dengan perbedaan antara produk rata-rata
dengan produk marginal dikalikan dengan banyaknya tenaga kerja dan modal yang
digunakan dalam pengolahan tanah.
• Tingkat upah ditentukan oleh cadangan upah dibagi dengan jumlah buruh.
• Keuntungan merupakan kekayaan yang disisihkan untuk pembentukan modal, yang
dipengaruhi oleh dua faktor yaitu kemampuan dan kemauan untuk menabung.
3. Teori Keynes
• Tidak menganalisa masalah-masalah negara terbelakang, tetapi berkaitan dengan
negara kapitalis maju.
• Bukunya yang terkenal The General Theory of Employment, Interest and Money.
• Pendapatan total merupakan fungsi dari pekerjaan total dalam suatu negara.
• D Y = K D I, K = multiplier, hubungan antara kenaikan investasi dan
pendapatan, yaitu kenaikan tertentu pada investasi menyebabkan kenaikan yang
berlipat pada pendapatan melalui kecenderungan berkonsumsi.
• Syarat pokok kemajuan ekonomi:
(1) kemampuan mengendalikan penduduk,
(2) kebulatan tekad menghindari perang dan perselisihan sipil,
(3) kemauan untuk mempercayai ilmu pengetahuan, mempedomani hal-hal yang
benar- benar sesuai dengan iilmu pengetahuan,
(4) tingkat akumulasi yang ditentukan oleh margin antara produksi dan konsumsi.
4. Teori Schumpeter
• Joseph Alois Schumpeter pertama kali mengemukakan teori pertumbuhan
ekonominya dalam buku "Theory of Economic Development" (1911).
• Asumsi: perekonomian persaingan sempurna yang berada dalam keseimbangan
mantap (tak ada laba, tidak ada suku bunga, tidak ada tabungan, tidak ada
investasi, tidak ada pengangguran terpaksa). Keseimbangan ini ditandai
"arus sirkuler".
• Pembangunan adalah perubahan yang spontan dan terputus-putus pada
saluran-saluran arus sirkuler tersebut, gangguan terhadap keseimbangan yang
selalu mengubah dan mengganti keadaan keseimbangan yang ada sebelumnya. Unsur
utama pembangunan adalah inovasi.
• Inovasi terdiri dari
(1) pengenalann barang baru,
(2) pengenalan metode produksi baru,
(3) pembukaan pasar baru,
(4) penguasaan sumber penawaran baru bahan mentah atau barang semi
manufaktur,
(5) pembentukan organisasi baru pada setiap industri seperti penciptaan
monopoli.
• Pengusaha merupakan tokoh kunci di dalam analisa Schumpeter. Pengusaha adalah
inovator.
• Menurutnya, matinya kapitalis disebabkan tiga hal:
(1) kemerosotan fungsi kewiraswastaan,
(2) kehancuran keluarga borjuis,
(3) kerusakan kerangka kelembagaan masyarakat kapitalis.
5. Teori Dualistik
Dualisme: keadaan bersifat ganda, tidak seragam.
Teori dualistik masyarakat dari J.H. Boeke:
• Teorinya tentang "dualisme masyarakat" merupakan teori umum
pembangunan masyarakat dan pembangunan ekonomi negara terbelakang yang terutama
didasarkan pada hasil kajiannya terhadap perekonomian Indonesia.
• Tiga ciri manusia: semangat sosial, bentuk organisasi, dan teknik yang
mendominasinya.
• Dua sistem sosial yang sangat berbeda, namun berdampingan. Sistem sosial yang
satu tidak dapat menguasai yang lainnya, secara sepenuhnya.
• Kritik atas teori Boeke:
(1) keinginan tidak terbatas,
(2) buruh lepas bukan tidak terorganisasi,
(3) mobilitas penduduk,
(4) dualisme bukan khas ekonomi terbelakang,
(5) dapat diterapkan pada masyarakat Barat,
(6) bukan suatu teori tetapi deskripsi,
(7) peralatan teori ekonomi Barat dipakai di masyarakat Timur,
(8) tidak memberikan pemecahan terhadaap masalah pengangguran.
Teori dualistik teknologi dari Benyamin Higgins:
• Dualisme teknologi berarti penggunaan berbagai fungsi produksi pada sektor
maju dan sektor tradisional dalam perekonomian terbelakang.
• Higgins membangun teorinya di sekitar dua barang, dua faktor produksi dan dua
sektor dengan kekayaan faktor dan fungsi produksinya.
• Sektor industri vs non industri, perbedaan produktivitas disebabkan oleh:
(1) modal,
(2) penggunaan penggetahuan,
(3) organisasi.
• Kritik atas teori Higgins:
(1) koefisien tidak tetap di sektor industri,
(2) harga faktor tidak tergantung pada kekayaan faktor,
(3) mengabaikan faktor kelembagaan,
(4) mengabaikan penggunaan teknik penyerap buruh,
(5) besarnya dan sifat pengangguran tersembunyi tidak jelas.
Teori dualistik finansial dari Mynt:
• Pasar uang terorganisir vs non terorganisir
• Sektor industri dan pertanian
• Bunga tinggi, rentenir, tuan tanah, sistem ijon, pedagang perantara, dsb.
Dualisme Regional:
• Ketidakseimbangan tingkat pembangunan antara region atau daerah karena
penggunaan modal.
• Ketidakseimbangan antar kota.
• Ketidakseimbangan antara pusat dan daerah.
6. Konsep Pertumbuhan Tidak Berimbang
• Investasi seyogyanya dilakukan pada sektor yang terpilih daripada secara serentak
di semua sektor ekonomi.
• Rostow: "agar suatu ekonomi dapat melampaui tahap masyarakat tradisional
dan mencapai tahap tinggal landas maka yang penting ialah meningkatkan laju
investasi produktif dari 5% atau kurang hingga menjadi 10% atau lebih".
• Strategi Hirchman: "dengan sengaja tidak menyeimbangkan perekonomian,
sesuai dengan strategi yang dirancang sebelumnya, adalah cara yang terbaik
untuk mencapai pertumbuhan pada suatu negara terbelakang. Investasi pada
industri atau sektor-sektor perekonomian yang strategis akan menghasilkan
kesempatan investasi baru dan membuka jalan bagi pembangunan ekonomi lebih
lanjut. Pembangunan sebagai rantai disequilibrium".
• Menimpangkan perekonomian melalui modal overhead sosial (MOS) dan melalui
kegiatan langsung produktif (KLP).
• Penilaian: realistis dan memopertimbangkan semua aspek perencanaan
pembangunan.
• Keterbatasan:
(1) kurang perhatian pada komposisi, arah dan saat pertumbuhan tidak berimbang,
(2) mengabaikan perlawanan,
(3) di luar kemampuan negara terbelakang,
(4) kekurangan fasilitas dasar,
(5) kekurangan mobilitas faktor,
(6) timbulnya tekanan inflasi,
(7) dampak-kaitan tidak didasarkan data,
(8) terlalu banyak penekanan pada keputusan investasi.
7. Teori Rostow
Lima tahap pertumbuhan ekonomi:
(1) masyarakat tradisional,
(2) prasyarat untuk tinggal landas,
(3) tinggal landas,
(4) dewasa (maturity),
(5) masa konsumsi massal.
• Masyarakat tradisional: suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di
sepanjang fungsi produksi berdasarkan ilmu dan teknologi pra-Newton dan sebagai
hasil pandangan pra-Newton terhadap dunia fisika.
• Prasyarat tinggal landas merupakan masa transisi dimana prasyarat-prasyarat
pertumbuhan swadaya dibangun atau diciptakan. Di Eropa Barat, prasyarat tinggal
landas didorong atau didahului oleh empat kekuatan yaitu renesans atau era
pencerahan, kerajaan baru, dunia baru, dan agama baru atau reformasi.
• Tahap tinggal landas merupakan titik yang menentukan di dalam kehidupan suatu
masyarakat ketika pertumbuhan mencapai kondisi normal dan kekuatan modernisasi
berhadapan dengan adat-istiadat dan lembaga-lembaga. Periode ini memerlukan
waktu dua dasawarsa. Tiga syarat tinggal landas adalah
(1) kenaikan laju investasi produktif, misalnya dari 5% atau kurang ke lebih
dari 10%
dari pendapatan nasional,
(2) perkembangan salah satu atau beberapa sektor manufaktur penting dengan laju
pertumbuhan yang tinggi,
(3) hadirnya secara cepat kerangka politik, sosial dan organisasi yang
menampung hasrat ekspansi di sektor modern tersebut dan memberikan daya dorong
pada pertumbuhan.
• Tahap maturity didefinisikan sebagai tahap ketika masyarakat telah dengan
efektif menerapkan serentetan teknologi modern terhadap keseluruhan sumberdaya
mereka.
• Era konsumsi massa besar-besaran ditandai dengan migrasi ke pinggiran kota,
pemakaian mobil secara luas, barang-barang konsumen dan peralatan rumah tangga
yang tahan lama. Pada tahap ini perhatian masyarakat beralih dari penawaran ke
permintaan, dari persoalan produksi ke konsumsi dan kesejahteraan dalam arti
luas.
8. Teori Leibenstein
• Terkenal dengan teori Upaya Minimum Kritis Leibenstein.
• Tesis: negara terbelakang dicekam oleh lingkaran setan kemiskinan yang
membuat mereka tetap berada di sekitar tingkat keseimbangan pendapatan per
kapita yang rendah.
• Untuk mengatasinya dengan "upaya minimum kritis" tertentu yang akan
menaikkan pendapatan per kapita pada tingkat di mana pembangunan yang
berkesinambungan dapat dipertahankan.
• Setiap ekonomi tunduk pada "goncangan" (yang menurunkan Y/cpt) dan
"rangsangan" (yang meningkatkan Y/cpt).
• Laju pertumbuhan penduduk merupakan fungsi dari pendapatan per kapita.
9. Teori Myrdal
• Teori Myrdal mengenai Dampak Balik (backwash effects)
• Gunar Myrdal: Economic Theory and Underdeveloped Regions (1957)
• Pembangunan ekonomi menghasilkan suatu proses sebab-menyebab sirkuler yang
membuat si kaya mendapat keuntungan semakin banyak, dan mereka yang tertinggal
di belakang menjadi semakin terhambat. Dampak balik (backwash effects)
cenderung membesar dan dampak sebar (spread effects) cenderung mengecil. Secara
kumulatif kecenderungan ini semakin memperburuk ketimpangan internasional dan
menyebabkan ketimpangan regional diantara negara-negara terbelakang.
• Tesis Myrdal: membangun teori keterbelakangan dan pembangunan ekonominya di
sekitar ide ketimpangan regional pada taraf nasional dan internasional.
• Ketimpangan regional: berkaitan erat dengan sistem kapitalis yang
dikendalikan oleh motif laba.
• Ketimpangan internasional: perdagangan internasional mungkin mempunyai dampak
surut yang kuat pada negara terbelakang.
10. Teori Pembangunan Ekonomi Fei-Ranis
• John Fei dan Gustav Ranis dalam "A Theory of Economic Development"
menelaah proses peralihan yang diharapkan akan dilewati suatu negara
terbelakang untuk beranjak dari keadaan stagnasi ke arah pertumbuhan swadaya.
• Merupakan penyempurnaan dari teori Lewis mengenai persediaan buruh yang tidak
terbatas.
• Teori Fei-Ranis: Suatu negara yang kelebihan buruh dan perekonomiannya miskin
sumberdaya, sebagian besar penduduk bergerak disektor pertanian di tengah
pengangguran yang hebat dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Ekonomi
pertaniannya mandeg. Di sana terdapat sektor industri yang aktif dan dinamis.
Pembangunan terdiri dari pengalokasian kembali surplus tenaga kerja pertanian
yang sumbangannya terhadap output nol, ke industri dimana mereka menjadi
produktif dengan upah yang sama.
• Asumsi yang digunakan:
(1) ekonomi dua-muka yang terbagi dalam sektor pertanian tradisional yang
mandeg dan sektor industri yang aktif,
(2) output sektor pertanian adalah fungsi dari tanah dan buruh saja,
(3) di sektor pertanian tidak ada akumulasi modal, kecuali reklamasi,
(4) penawaran tanah bersifat tetap,
(5) kegiatan pertanian ditandai dengan hasil (return to scale) yang tetap
dengan buruh
sebagai faktor variabel,
(6) produktivitas marginal buruh nol,
(7) output sektor industri merupakan fungsi dari modal dan buruh saja,
(8) pertumbuhan penduduk sebagai fenomena eksogen,
(9) upah nyata di sektor pertanian dianggap tetap dan sama dengan tingkat
pendapatan
nyata sektor pertanian,
(10) pekerja di masing-masing sektor hanya mengkonsumsikan produk-produk
pertanian.
• Berdasar asumsi tersebut, telaah pembangunan ekonomi surplus-buruh menjadi 3
tahap: (1) para penganggur tersamar, dialihkan dari pertanian ke industri
dengan upah
institusional yang sama,
(2) pekerja pertanian menambah keluaran pertanian tetapi memproduksi lebih
kecil
daripada upah institusional yang mereka peroleh,
(3) buruh pertanian menghasilkan lebih besar daripada perolehan upah
institusional.
• Penilaian: keunggulan pokok dari teori ini adalah bahwa ia menunjukkan arti
penting produk pertanian di dalam menghimpun modal di negara berkembang.
• Kritik:
(1) asumsi persediaan tanah tetap, tapi dalam jangka panjang sebenarnya berubah
(2) asumsi upah institusional tetap yang lebih tinggi dari MPP, padahal tidak,
(3) asumsi upah institusional di sektor pertanian adalah tetap,
(4) asumsi tentang model atau ekonomi tertutup,
(5) komersialisasi pertanian menjurus ke inflasi,
(6) MPP bukan nol.
11. Teori Ketergantungan
• Sebagian terbesar (sekitar 80%) penduduk di negara-negara dunia ketiga
tinggal di daerah perdesaan. Mereka umumnya (sekitar 66%) bekerja di sektor
pertanian. Padahal sumbangan sektor pertanian terhadap produk nasional kotor
(GDP) hanya 32%.
• Di negara berkembang, sektor pertanian memiliki produktivitas yang rendah,
teknologi pertaniannya primitif, organisasinya tidak baik, terbatasnya input
modal fisik dan tenaga kerja yang terdidik/terampil.
• Umumnya perekonomian di negara-negara yang sedang berkembang berorientasi
pada produksi bahan-bahan pokok sebagai saingan dari kegiatan-kegiatan produk
sekunder (industri) dan tersier (jasa). Komoditi pokok ini merupakan ekspor
yang penting ke negara lain.
• Teori ketergantungan merupakan bagian dari "model-model strukturalis
internasional", yang secara esensial memandang negara-negara dunia ketiga
sebagai benda yang diatur oleh kekakuan struktur ekonomi dan institusional
serta terperangkap dalam suasana 'ketergantungan' dan 'dominasi' terhadap
negara-negara kaya. Terdapat dua jalur dalam model strukturalis internasional
ini yaitu model dependensi 'neo-kolonial' dan model 'paradigma tiruan/palsu'.
• Model dependensi neo-kolonial merupakan sisa-sisa pertumbuhan dari pemikiran
Marxis. Ciri pemikiran ini adalah eksistensi dan memelihara keterbelakangan
dunia ketiga, terutama sekali terhadap evolusi historis mengenai sistem
kapitalis internasional yang betul-betul tidak sama dalam hubungan negara-negara
kaya dan negara-negara miskin.
• Model paradigma tiruan/palsu yaitu atribut keterbelakangan dunia ketiga
mengenai kesalahan dan ketidaksesuaian nasehat yang diperoleh dengan baik
tetapi negara maju/donor seringkali kurang jelas atau kekurangan bahan mengenai
kondisi atau latar belakang masing-masing negara yang sedang berkembang. Negara
maju/donor memberikan konnsep-konsep yang besar, struktur teoritikal yang baik
dan model-model ekonometrik yang kompleks mengenai pembangunan yang seringkali
menimbulkan kekurangsesuaian atau menimbulkan kebijakan-kebijakan yang keliru
karena faktor-faktor institusional dan struktural (pemilikan tanah tak adil,
pembagian kredit yang timpang, pengendalian finansial yang tidak tepat, dsb).
INDIKATOR PEMBANGUNAN
Meier (1995:7) mengatakan bahwa pembangunan ekonomi adalah suatu proses dimana
pendapatan perkapita suatu Negara meningkat selama kurun waktu yang panjang,
dengan catatan bahwa jumlah penduduk yang hidup di bawah “garis kemiskinan
absolute” tidak meningkat dan distribusi pendapatan tidak semakin timpang.
Dengan mencermati pengertian tersebut, Kuncoro (2000:18) mengatakan maka
indikator-indikator kunci pembangunan pada dasarnya dapat diklasifikasikan ke
dalam : indikator ekonomi adalah GNP per kapita, laju pertumbuhan ekonomi, GDP
perkapita dengan Purchasing Power Parity, sedangkan indikator social meliputi
HDI (Human Development Index) dan PQLI (Physical Quality Life Index) atau
Indeks Mutu Hidup
1. Indikator Ekonomi (indicator
moneter)
■ Klasifikasi Negara-negara berkembang
Salah satu klasifikasi yang dibuat oleh Bank Dunia adalah :
low income economies.è1. Negara-negara berpendapatan rendah
($675 atau kurang) pada tahun 1993.
2. Negara-negara dengan pendapatan menengah ($ 675 – $ 8.355)
pada middle income economies. Kuncoro
(2000:19) memilah lagiètahun
1993 menjadi lower middle income
economies ($695-$2.785), upper middle income economies ($ >2785 – <
$8.626).
3. Negara-negara dengan pendapatan tinggi ($8.356
lebih) pada tahun 1993. (Hakim;2002:22).
4. Dunia (World) meliputi semua Negara di dunia termasuk
Negara-negara yang datanya langka dan dengan penduduk kurang dari 1 juta jiwa
(Kuncoro;2000:19).
Tahun 1993, World Bank memperkenalkan beberapa sebutan bagi beberapa Negara,
yaitu :
1. High Performaing Asian Economies (HPAEs): 1. The four
Tigers (Hongkong, Korsel, Singapura, Taiwan), 2. Newly Industrializing
Economies (NIEs) (Indonesia, Malaysia dan Thailand).
2. Asia Timur mencakup semua Negara berpenghasilan
rendah dan menengah di kawasan Asia Timur dan Tenggara serta Pasifik.
3. Asia Selatan mencakup Bangladesh, Bhutan, India, Myanmar,
Nepal, Pakistan dan Srilangka.
4. Sub-Sahara Afrika meliputi semua Negara dis ebelah selatan
gurun Sahara termasuk Afrika Selatan, namun tidak termasuk Mauritius, Reunion
dan Seychelles.
5. Eropa,Timur Tengah dan Afrika utara mencakup Negara
berpenghasilan menengah di kawasan Eropa (Bulgaria, Chekoslovakia, Yunani,
Hungaria, polandia, Portugal, Rumania, Turki dan Bekas Yugoslavia) dans emua
Negara di kawasan Afrika Utara dan timur Tengah, serta Afganistan.
6. Amerika Latin dan karibia terdiri atas semua Negara
Amerika dan karibia disebelah selatan Amerika serikat. (World Bank1993;dalam
Kuncoro;2000;:22)
■ Pendapatan per Kapita .
Indikator ini paling banyak dipergunakan sebagai indikator dalam pembangunan
ekonomi suatu Negara, selain itu juga dipakai untuk arena pembeda antara Negara
maju dengan Negara Sedang Berkembang. Pendekatan ini memiliki kelemahan yaitu:
1. Indeks kesejahteraan hanya bersumber dari pendapatan perkapita. Maknanya
bahwa tidak selamanya ukuran ini benar-benar mencerminkan kondisi seseorang.
Masih banyak hal lain yang menentukan kesejahteraan seseorang, misalnya adalah
kondisi geografis, iklim, kebebasan berpendapat dll. 2. Ada sebagian bidang
pekerjaan yang sejatinya bila ditelisik lebih lanjut produktif tetapi
terlewatkan tidak diperhitungkan dalam pendapatan nasional.3. Tidak
dipertimbangkannya perilaku penduduk, misalnya ada penduduk yang suka
meluangkan waktu senggang (leisure time) dan enggan untuk bekerja keras
untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. 4. Pencapaian pembangunan
ekonomi semakin banyak membutuhkan pengorbanan masyarakat. 5. Perhitungan ini
mengabaikan adanya perbedaan-perbedaan antar Negara.
■ Indikator Kesejahteraan Ekonomi Bersih
Dilakukan dengan penyempurnaan nilai-nilai GNP yang dikenal dengan Net Economic
Welfare (NEW). NEW dilakukan dengan dua cara yaitu koreksi Positif dan koreksi
Negatif. Koreksi positif dilakukan dengan mencermati waktu senggang (leisure
time) yaitu yang berkaitan dengan jumlah jam kerja dalam seminggu, dan
perkembangan sektor informal. Waktu senggang ini bisa saja meningkat yang
artinya adalah bahwa pendapatan perkapita menurun tetapi masyarakat merasa
lebih sejahtera. Sedangkan sektor informal dipilah menjadi dua yaitu legal dan
melawan hukum. Kegiatan legal tapi terluput dari perhitungan adalah kegiatan
yang dilakukan sendiri dirumah dan kegiatan illegal misalnya adalah mereka yang
berkecimpung dalam Black Market sehingga mereka terhindar dari pajak. Koreksi
Negatif, berkaitan dengan masalah kerusakan lingkungan (misalnya penambangan
pasir, galian batu kali, polusi udara), mestinya dikurangkan dalam perhitungan
GNP untuk mendapatkan NEW.
■ GDP dengan Purchasing Power Parity
Perhitungan dengan GDP memiliki beberapa kelemahan dalam perhitungan pendapatan
sebuah negara, karena kesemuanya diukur dalam satu mata uang yang sama. Untuk
menetralsiir, maka dipergunakan PPP yang mencerminkan daya beli satu unit mata
uang local untuk membeli barang dan jasa di negara yang bersangkutan, yang
mungkin lebih rendah atau lebih tinggi daya belinya untuk membeli barang/jasa
di negara lain pada kurs valas yang berlaku.
2. Indikator Sosial (indicator non
moneter)
Indikator ini ini antara lain meliputi : tingkat harapan hidup, konsumsi
protein hewani perkapita, % anak-anak yang belajar di sekolah dasar dan
menengah, % anak yang sekolah di kejuruan, jumlah surat kabar, jumlah telepon,
jumlah radio, % lelaki dewasa di sektor prtanian, % tenaga kerja yang bekerja
di sektor listrik, gas, air, kesehatan, pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi, PDB yqng berasal dari industri pengolahan, konsumsi energi/kapita,
konsumsi listrik/kapita, konsumsi baja/kapita, nilai perkapita perdagangan LN.
Kelemahan GNP sebagai ukuran kesejahteraan, diantaranya adalah tidak memasukkan
produksi yang tidak melalui pasar seperti perekonomian subsisten, jasa ibu
rumah tangga, pembantu rumah tangga, transaksi barang bekas, kerusakan
lingkungan, sector informal, kerusakan lingkungan dan distribusi pendapatan.
Karena itu muncul indikator lain sebagai pelengkap ataupun alternative dari
indikator kesejahteraan/kemakmuran yang tradisional.
merupakan indexè
■ Indeks Mutu Hidup / Physical
Quality Life Index komposit 3 indikator
yaitu: harapan hidup pada usia satu tahun, angka kematian dan tingkat melek
huruf.
berdasarkan tiga indikator yaitu usiaè
■ Human Development Index panjang yang diukur dari tingkat harapan
hidup, 2. Pengetahuan yang diukur dari rata-rata tertimbang dari jumlah orang
dewasa yang dapat membaca dan rata-rata tahun sekolah, 3. Penghasilan yang
diukur dengan pendapatan perkapita riil menurut daya beli mata uang
masing-masing Negara dan asumsi utilitas marginal penghasilan. Ada 3 kelompok
HDI yaitu 1. low human development dengan nilai 0,0 hingga 0,50. 2. Medium
human development dengan nilai 0,51 hingga 0,79 dan 3. Negara dengan nilai HDI
tinggi/high human development diatas 0,80. Hitungan ini adalah secara relative
bukan absolute, dan HDI memfokuskan pada tujuan akhir (usia panjang,
pengetahuan dan pilihan material) pembangunan dan tidak sekedar alat
pembangunan (hanya GNP perkapita). Indeks Kualitas Hidup/IKH atau Physical
Quality of Life Index /PQLI, merupakan indeks gabungan dari tingkat
harapan hidup, angka kematian dan tingkat melek huruf. Tahun 1990 UNDP
mengembangkan suatu indeks yang sekarang dikenal sebagai Indeks Pengembangan
Manusia (Human Development Index = HDI). Indikator-indikator yang dipergunakan
adalah : tingkat harapan hidup, tingkat melek huruf dan tingkat pendapatan riil
perkapita berdasarkan daya beli masing-masing negara. HDI berkisar seputar 0
-1, dimana bila indeks semakin mendekati angka 1 berarti angka indeks pembangunan
manusianya semakin tinggi. Dan yang terakhir adalah indeks campuran yang antar
lain muatannya meliputi : pendidikan, kesehatan, perumahan, angkatan kerja,
Keluarga Berencana dan fertilitas, Ekonomi (income perkapita), kriminalitas,
perjalanan wisata, akses ke media massa.
■ Kesamaan Karakteristik
Negara-negara Berkembang
Secara umum kesamaan yang bisa dijumpai diantara negara-negara berkembang
adalah :
1. Standar hidup yang rendah, hal ini disebabkan oleh
pendapatan yang rendah, ketimpangan distribusi pendapatan yang tinggi, buruknya
pelayanan kesehatan, sistem pendidikan yang tidak memadai.
2. Produktivitas yang rendah, yang disebabkan oleh beberapa
hal yaitu : 1. kekurangan input komplementer dalam proses produksi (akumulasi
kapital), 2. Faktor kelembagaan kurang mendukung, 3. Kualitas kekuatan dan
kesehatan fisik pekerja yang ikut memperlemah produktivitas kerja.
3. Tingkat pertumbuhan penduduk dan beban ketergantungan yang
tinggi.
4. Angkatan Kerja dengan Skill yang rendah,Tingkat pengangguran
Penuh dan Terselubung yang tinggi dan terus tumbuh.
5. Ketergantungan terhadap produksi pertanian dan
ekspor barang-barang primer.
6. Dominan, tergantung, dan rentan dalam hubungan
internasional (Todaro:1994:38-54)
7. Tingginya proporsi angkatan kerja disektor pertanian
8. Ketidak cukupan teknologi dan Kapital
9. Rendahnya Tingkat Tabungan
10. Perekonomian Dualistik
11. Ketergantungan yang bervariasi pada perdagangan
internasional
12. Tingginya proporsi ekspor produk primer
13. Dominasi ketergantungan dan kerapuhan dalam Hubungan
Internasional (Kuncoro;2000:20).
■ Keragaman Karakteristik
Negara-negara Berkembang
Todaro dalam Hakim (2002) menggambarkan delapan komponen yang menjadi pembeda
karakteritik antar negara :
1. Ukuran dan tingkat pendapatan
2. Latar belakang sejarah
3. Karunia sumber daya fisik manusia
4. Komposisi etnik dan agama
5. Peran sektor pemerintah dan swasta
6. Struktur industri
7. Ketergantungan eksternal : ekonomi, Politik dan Kultural.
8. Politik kekuasaan dan kelompok kepentingan.
(Hakim;2002:37).
STRATEGI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN
EKONOMI
Sebagaimana diketahui bersama bahwa
jebakan vicious cycle of poverty membuat negara sedang berkembang berada pada
posisi pendapatan perkapita yang rendah. Jalan keluar dari kebuntuan ini adalah
dengan melakukan upaya minimum krisis (critical minimum effort) tertentu yang
dapat menaikkan pendapatan perkapita pada tingkat dimana pembangunan yang berkesinambungan
(sustainable) akan terjadi. (Arsyad;1999:81), sehingga Negara berkembang
bisa tumbuh secara mantap dalam jangka panjang (steady state economic growth).
Leibenstein menyatakan bahwa laju pertumbuhan penduduk ditentukan oleh laju
pendapatan perkapita dengan fungsi atau bentuk hubungan khusus, yang secara
sederhana bisa dibagi dalam :
Tahap pertama atau tahap subsisten. Pada
tahap ini laju pendapatan[
perkapita, kelahiran dan kematian berada dalam suatu keseimbangan.
Tahap kedua. Pada tahap ini terjadi
kenaikan pendapatan perkapita yang[ akan menyebabkan turunnya tingkat kematian (karena tingkat
kesehatan meningkat) tetapi tanpa disertai dengan penurunan tingkat kelahiran
(anak banyak masih merupakan hal penting) sehingga tingkat penduduk mengalami
peningkatan.
Tahap ketiga. Pada tahap ini kenaikan tingkat pendapatan perkapita[ sudah tidak lagi meningkatkan jumlah penduduk karena orang
sadar bahwa membesarkan banyak anak berbiaya mahal sehingga orang lebih
menyukai keluarga kecil. Pada tahap ini pertumbuhan penduduk akan terkoreksi.
Setelah tahap ketiga ini pertumbuhan tingkat pendapatan perkapita tidak lagi
diikuti oleh kenaikan tingkat pertumbuhan penduduk, atau pertumbuhan ekonomi
akan mengikuti jalur pertumbuhan mantap dalam jangka panjangnya.
(Hakim;2002:116).
Kesimpulannya adalah bahwa bila sebuah Negara ingin bisa mencapai jalur
pertumbuhan seimbang jangka panjangnya, harus dilakukan upaya pembangunan
dengan dorongan yang besar untuk meningkatkan pendapatan perkapita pada tingkat
tertentu yang bisa meningkatkan pertumbuhan penduduk sampai dengan tingkat 3
persen, kemudian terus meningkatkan pertumbuhan pendapatan perkapitanya
mengikuti jalur pertumbuhan seimbang jangka panjang. Upaya inilah yang oleh
Leibstein disebut sebagai upaya minimum krisis. Dasar pemikiran ini dilandasi
oleh kondisi ekonomi tertentu yang menguntungkan sehingga kekuatan pendorong
lebih cepat daripada kekuatan laju kekuatan penghambat pendapatan. Dalam
proses ini diperlukan adanya agen-agen pertumbuhan, yang dimaksud sebagai agen
pertumbuhan disini merupakan kapasitas yang terkandung di dalam anggota
masyarakat untuk melakukan kegiatan yang membantu pertumbuhan. Agen pertumbuhan
yang khas adalah pengusaha, investor, penabung dan innovator.
Rangsangan Pertumbuhan
Apakah agen pertumbuhan berkembang atau tidak, tergantung pada hasil yang
diharapkan dari kegiatan dan pada rangsangan untuk pengembangan atau penyusutan
melalui interaksi antara harapan, kegiatan dan hasil. Rangsangan yang dimaksud
ada dua yaitu :
1. Rangsangan Zero-sum yang tidak meningkatkan pendapatan
nasional tetapi hanya bersifat upaya distributive.
2. Rangsangan positive – sum yang menuju pada pengembangan
pendapatan nasional.
Secara kasat mata, bisa dikatakan
bahwa positive – sum lah yang menghasilkan pembangunan ekonomi. Namun dengan
kondisi NSB adalah sedemikian rupa sehingga para pengusaha terlibat pada
kegiatan zero sum. Kegiatan tersebut mencakup :
1. Kegiatan bukan dagang untuk menjamin posisi monopolistic
yang lebih besar, kekuatan politik dan prestise sosial.
2. Kegiatan dagang yang membawa ke posisi monopolistic yang
lebih besar yang tidak menambah sumber daya sumber daya agregat.
3. Kegiatan spekulatif yang tidak memanfaatkan tabungan
tetapi memboroskan sumber-sumber kewiraswastaan yang langka
4. Kegiatan yang memang memakai tabungan netto, tetapi
investasi yang dilakukannya mencakup bidang-bidang usaha yang nilai sosialnya
nihil atau lebih rendah ketimbang nilai privatnya.
Ada beberapa paradigma yang terjadi
di NSB, sehingga ada pengaruh tertentu yang bersifat anti perubahan yang
cenderung menekan pendapatan perkapita. Pengaruh-pengaruh tersebut adalah :
1. Kegiatan zero sum yang berusaha untuk memeprtahankan
hak-hak istimewa ekonomi yang ada melalui pembatasan peluang-peluang ekonomi
yang memiliki potensi berkembang.
2. Tindakan conservative para buruh yang terorganisir maupun
yang tidak terorganisir yang ditujukan untuk menentang perubahan.
3. Perlawanan terhadap gagasan dan pengetahuan baru dan daya
tarik pengetahuan klasik dan gagasan lama.
4. Kenaikan pengeluaran konsumsi mewah pribadi atau public
yang pada dasarnya tidak produktif yang menggunakan sumber-sumber yang
sejatinya dapat dipergunakan untuk akumulasi modal.
5. Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan angkatan buruh yang
ditimbulkannya yang dengan hal-hal lain tetap sama mempunyai pengaruh
menipiskan modal yang tersedia per pekerja.
Karena itulah diperlukan suatu upaya
minimum kritis yang cukup besar guna menopang laju pertumbuhan ekonomi yang
cepat yang akan menggairahkan rangsangan positive sum dan menciptakan kekuatan
untuk menandingi kegiatan zero sum. Hasil dari upaya minimum kritis itu
diharapkan pendapatan perkapita naik dan cenderung menaikkan tingkat tabungan
dan investasi, yang pada gilirannya akan membawa perubahan adalah :
1. ekspansi agen pertumbuhan
2. meningkatkan sumbangan modal
3. berkurangnya factor-faktor penghambat pertumbuhan
4. kondisi lingkungan yang mendukung mobilitas ekonomi dan
sosial
5. peningkatan spesialisasi dan perkembangan sektor sekunder
dan tersier
Strategi Pembangunan Seimbang
Strategi lainnya adalah strategi
pembangunan seimbang yang diartikan sebagai pembangunan berbagai jenis industri
secara berbarengan (simultaneous) sehingga industri tersebut saling menciptakan
pasar bagi yang lain. Selain itu istilah tersebut bermakna adanya keseimbangan
pembangunan di berbagai sektor. Misalnya antara sektor industri dan pertanian,
sektor luar negeri dan sektor dalam negeri , sektor produktif dan sektor
prasarana dengan demikian semua sektor akan tumbuh bersama.
Untuk mewujutkannya , diperlukan
keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Sisi penawaran menekankan pada
pembangunan serentak dari semua sektor yang saling berkaitan dan berfungsi
meningkatkan penawaran barang, yang mencakup pembangunan serentak dan harmonis
dari barang setengah jadi, bahan baku, sumberdaya energi, pertanian, pengairan,
transportasi serta semua industri yang memproduksi barang konsumen.
Dari sisi permintaan, berhubungan
dengan penyediaan kesempatan kerja yang lebih besar dan penambahan pendapatan
agar permintaan barang dan jasa dapat tumbuh. Sisi penawaran ini
berkaitan dengan industri yang sifatnya saling melengkapi, industri barang
konsumen, khususnya produk pertanian dan industri manufaktur.
Pembangunan seimbang ini biasanya
dilaksanakan dengan maksud untuk menjaga agar proses pembangunan tidak
menghadapi hambatan-hambatan dalam :
1. perolehan bahan baku, tenaga ahli, sumberdaya energi (air
dan listrik), dan fasilitas fasilitas untuk mengangkut hasil-hasil produksi ke
pasar.
2. memperoleh pasar untuk barang-barang yang telah dan yang
akan diproduksikan.
Dengan demikian, pembangunan
seimbang dapatlah didefinisikan sebagai usaha pembangunan yang berupaya untuk
mengatur program investasi sedemikian rupa sehingga sepanjang proses
pembangunan tidak akan timbul hambatan-hambatan yang bersumber dari penawaran
dan permintaan. Jika pembangunan seimbang dilaksanakan, maka tingkat investasi
yang harus dilakukan besarnya jauh melebihi tingkat investasi yang dilakukan
sebelum usaha pembangunan dilakukan. Hal inilah yang disebut sebagai teori
dorongan besar-besaran (big push theory).
Rosenstein-Rodan mengatakan bahwa pembangunan secara besar-besaran akan
menciptakan 3 macam eksternalitas ekonomi (jasa-jasa yang diperoleh dengan
Cuma-Cuma dari satu atau beberapa industri lainnya), yaitu :
1. yang diakibatkan oleh perluasan pasar
2. karena industri yang sama letaknya berdekatan
3. adanya industri lain dalam perekonomian tersebut.
(Arsyad;1999:91)
Kelemahan strategi pembangunan
berimbang : 1. sulit untuk menghimpun modal sebagai pendorong pembangunan
seimbang dalam waktu serentak, 2. mengabaikan sektor pertanian, 3. mengabaikan
kondisi NSB yang kekurangan sumberdaya, 4. menciptakan eksternalitas
disekonomis (misalnya menghancurkan tata cara kerja msayarakat sehingga
berdampak pada kurangnya penghargaan terhadap hal-hal yang sifatnya
tradisional), 5. di NSB masih langka entrepreneur sejati.
STRATEGI PEMBANGUNAN TIDAK SEIMBANG
Pola ini dianggap yang paling tepat untuk Negara-negara berkembang. Pembangunan
tidak seimbang ini didasari oleh pertimbangan-pertimbangan :
1. Secara histories pembangunan ekonomi yang terjadi coraknya
tidak seimbang
2. Untuk mempertinggi efisiensi penggunaan sumberdaya-sumberdaya
yang tersedia.
3. pembangunan tidak seimbang akan menimbulkan kemacetan
(bottlenecks) atau gangguan-gangguan dalam proses pembangunan tetapi akan
mendorong pembangunan-pembangunan selanjutnya.
Jika diamati, proses pembangunan
yang terjadi antara dua periode waktu tertentu akan tampak bahwa berbagai
sektor memang memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda yang berarti
pula bahwa pembangunan berjalan secara tidak seimbang. Perkembangan sektor
memimpin akan merangsang perkembangan sektor lainnya, begitu juga perkembangan
industri akan mendorong perkembangan industri-industri yang lainnya.
Hirchman mengklasifikasikan
industri-industri sehubungan dengan apakah pendirian industri-industri tersebut
akan mendorong investasi lebih jauh pada industri yang lain atau tidak. Dia
melakukannya dengan memperkenalkan konsep keterkaitan ke depan dan kebelakang
(forward and backward linkage). Sebuah industri dikatakan mempunyai keterkaitan
ke depan yang kuat jika dia bisa mendorong timbulnya industri industri baru
dengan menggunakan outputnya(misalnya industri peleburan baja akan mendorong
terjadinya perusahaan pembuat mesin, suku cadang kendaraan bermotor, atau
kerangka cendela/pintu baja). Keterkaitan ke belakang terjadi ketika investasi
dalam sebuah industri memberikan peningkatan lebih jauh pada investasi di
industri yang mensuplai inputnya. Contohnya pabrik minuman kemasan dianggap
sebagai industri yang pertama muncul di LDCs, menciptakan permintaan botol,
tutup botol dan juga transportasi untuk pengiriman minuman.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Fungsi Perencanaan
1. Adanya pedoman dan pengarahan bagi pelaksanaan
kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan.
2. Dapat dilakukan suatu perkiraan potensi-potensi,
prospek-prospek perkembangan, hambatan serta resiko yang mungkin dihadapi pada
masa yang akan datang.
3. Memberikan kesempatan untuk mengadakan pilihan yang
terbaik.
4. Bisa melakukan skala prioritas pada segi pentingnya
tujuan.
5. Sebagai alat untuk mengukur atau standart mengadakan
pengawasan dan evaluasi.
Dari sudut pandang ekonomi, fungsi
perencanaan adalah :
1. Agar penggunaan alokasi penggunaan sumber-sumber
pembangunan yang terbatas bisa lebih efisien dan efektif sehingga daapt
dihindari adanya pemborosan-pemborosan.
2. Agar perkembangan dan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih
mantap
3. Agar tercapai stabilitas ekonomi dalam menghadapi siklus
konjungtur
Bagi Negara berkembang, perencanaan
pembangunan ekonomi diarahkan untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, hal
ini dilakukan dengan cara meningkatkan pendapatan, tabungan dan investasi.
Karena akumulasi capital mengalami kesulitan berkaitan dengan jebakan
kemiskinan yang tidak berujung pangkal, maka perlu adanya pembangunan yang
berencana. Untuk keluar dari jebakan lingkaran kemiskinan tadi ada dua cara
yang bisa dilakukan, yaitu :
1. Melakukan pembangunan yang terencana dengan mencari modal
dari luar negeri yang disebut sebagai industrialisasi yang diproteksi.
2. Menghimpun tabungan wajib yang disebut industrialisasi
dengan kemampuan sendiri.
Dasar pemikiran perencanaan pada NSB
adalah :
1. Untuk memperbaiki dan memperkuat mekanisme pasar
2. Keinginan untuk mengurangi pengangguran
3. Untuk mensinergikan sektor pertanian dengan sektor
industri
4. Pembangunan infrastruktur sesuai dengan kebutuhan
5. Mendorong pertumbuhan dan pengembangan lembaga
keuangan sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi.
PERENCANAAN DALAM EKONOMI
KAPITALIS/Arsyad p. 121
Perencanaan dilakukan dengan tujuan mencapai pertumbuhan ekonomi dengan tingkat
pengerjaan yang tinggi dan harga-harga yang stabil melalui berbagai instrument
kebijaksanaan fiscal dan moneter. Sifat perencanaannya berupa simultan atau
rangsangan terhadap pihak swasta untuk melakukan aktivitas ekonomi kearah
tertentu. Alat kebijaksanaan utama yang digunakan adalah terutama kebijakan di
bidang moneter, perpajakan dan hubungan perdagangan luar negeri. Tingkat
pengerjaan dan pendapatan yang tinggi disebabkan oleh adanya kebijakan ekspansi
moneter, peningkatan pengeluaran pemerintah dan penyesuaian tariff pajak.
Inflasi dan deflasi diatasi melalui kebijakan-kebijakan fiscal, penyesuaian
tingkat bunga. Gejolak neraca pembayaran dinetralisir melalui penyesuaian
tariff, pengendalian devisa, kuota impor serta perangsang pajak. Kelemahan
system ini adalah : 1. Rencana pemerintah berpotensi gagal jika tidak direspon
oleh pihak swasta, 2. Bila mekanisme harga berjalan tidak baik bisa
mengakibatkan terjadinya kelangkaan barang/jasa.
PERENCANAAN DALAM EKONOMI
SOSIALIS
Pemerintah secara aktif dan langsung mengendalikan gerak perekonomian melalui
suatu proses pengambilan keputusan yang terpusat/sistem komando. Dalam
system ini tidak ada kebebasan konsumen maupun produsen untuk menentukan
konsumsi atau produksi barang/jasa yang diinginkannya. Proses produksi,
konsumsi dan distribusi sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah. Kelemahan system
ini adalah 1. ada kecenderungan korupsi pada level perencana, 2. bisa terjadi
kelangkaan barang, 3. hilangnya motivasi dari masyarakat karena segala
sesuatunya sudah ditentukan oleh pemerintah pusat dan 4. biayanya sangat mahal.
Dengan demikian perbedaan mendasar dari ekonomi kapitalis dan sosialis adala
rangsangan versus pengendalian (inducement vs control).
PERENCANAAN DALAM PEREKONOMIAN
CAMPURAN
Perencanaan dalam perekonomiann campuran biasanya dilakukan di NSB.
Perekonomian campuran bercirikan adanya suatu lingkungan kelembagaan dimana
sebagian dari sumberdaya produktif dimiliki dan dikelola, sedangkan sebagian
lainnya dimiliki oleh pemerintah. Kelemahan pada perencanaan perekonomian
campuran adalah 1. sumberdaya yang terbatas, 2. sistem administrasi yang belum
tertib dan 3. kelembagaan yang belum memadai. Besarnya kepemilikan antara
sektor pemerintah dan swasta berbeda antara Negara satu dengan Negara
lainnya. Sektor swasta dalam perekonomian campuran biasanya terdiri dari 3
bentuk kepemilikan individu yang berbeda, yaitu :
1. sektor tradisional yang subsisten
2. perusahaan-perusahaan kapitalis ukuran menengah
3. perusahaan asing dan perkebunan berskala besar yang
terutama sekali melayani pasar luar negeri.
SUMBER-SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
1. Sumber dana dari dalam negeri
2. Sumber dana dari luar negeri
Sumber Tabungan
Yang dimaksud dengan tabungan disini adalah semua sumber pembiayaan investasi.
Dalam suatu Negara, tabungan merupakan gabungan dari tabungan domestic dan
tabungan asing. Tabungan domestic terdiri dari tabungan pemerintah dan tabungan
swasta. Tabungan pemerintah terdiri dari tabungan sisa anggaran atau tabungan
budgeter dan tabungan perusahaan milik pemerintah. Tabungan budgeter adalah
penerimaan pemerintah dikurangi dengan belanja pemerintah. Belanja pemerintah
adalah semua belanja pemerintah ditambah dengan pengeluaran untuk kepentingan militer,
gaji PN dan polisi, pembangunan, pembelian minyak dan senjata, pemeliharaan
infrastruktur atau membayar pinjaman utang LN. perusahaan-perusahaan pemerintah
secara umum hanya sedikit menyumbang pada tabungan pemerintah sehingga S
relative kecil.
Tabungan domestic swasta juga muncul
dari dua sumber yaitu tabungan perusahaan dan tabungan rumah tangga. Tabungan
perusahaan swasta didefinisikan sebagai laba perusahaan ditahan (pendapatan
perusahaan setelah pajak dikurangi deviden yang dibagikan kepada pemegang
saham). Tabungan rumah tangga adalah pendapatan keluarga yang tidak dikonsumsi.
Tabungan rumah tangga meliputi juga tabungan-tabungan dari perusahaan non
korporasi (perusahaan kecil yang tidak berbadan hukum). Justru di Negara
berkembang yang terakhir inilah yang dominant.
Tabungan asing juga terdiri dari dua
bentuk dasar, yaitu tabungan asing pemerintah atau disebut sebagai bantuan
asing, dan tabungan asing swasta (yang terdiri dari tabungan komersial
eksternal /pembiayaan utang dan investasi asing langsung/pembiayaan ekuitas.
Tabungan Domestik
1. Tabungan Pemerintah
Tabungan merupakan suatu keharusan untuk pembiayaan pembangunan dengan alasan,
pertama, pertumbuhan tabungan swasta selalu terkendala oleh rendahnya
pendapatan perkapita dan kecenderungan tingginya konsumsi pada keluarga kaya
dan kedua adalah terbatasnya suplai tabungan asing. Peningkatan Tabungan
pemerintah lebih disebabkan karena kelebihan total peneriman pemerintah
(terutama pajak) terhadap belanja konsumsi public, dan tabungan pemerintah
hanya menyumbang dalam jumnlah yang sangat sedikit. Karena itu dalam
peningkatan pajak, pemerintah mengambil kebijakan intensifikasi dan
ekstensifikasi. Hanya yang perlu diperhatikan adalah bahwa pajak yang lebih
tinggi akan menghasilkan tabungan yang lebih tinggi hanya jika tingkat
kecenderungan marginal mengkonsumsi (MPC) pemerintah atas pajak lebih kecil
dari MPC sektor swasta atas pendapatan mereka. Di negara berkembang, MPC
pemerintah terhadap pajak ternyata cukup tinggi sehingga kenaikan pajak justru
menurunkan tabungan domestic. Fenomena ini dikenal sebagai efek Please karena
diselidiki oleh Stanley Please.
2. Tabungan Domestik Swasta
Meski kecil namun tabungan domestic swasta memiliki peran yang cukup besar pada
Negara berkembang dalam mendanai investasi. Sebagaimana diketahui bahwa
tabungan swasta berasal dari tabungan rumah tangga dan tabungan perusahaan.
Tabungan Rumah Tangga
Sejatinya tabungan rumah tangga di Negara berkembang sangat rendah karena
rendahnya pendapatan perkapita dan tingginya kecenderungan berkonsumsi.
Dissaving adalah suatu hal yang biasa. Namun diantara mereka ada kelompok
masyarakat yang memiliki pendapatan yang tinggi. Mereka adalah kaum pedagang,
tuan tanah dan para bangsawan. Kekayaan mereka jarang ditanamkan dalam investasi
produktif, lebih banyak untuk dibelanjakan barang mewah, ditimbun dalam bentuk
emas permata atau dipinjamkan dalam jangka pendek dengan tingkat bunga yang
tinggi.
Diantara mereka pun ada segelintir petani yang banyak jumlahnya. Dengan
pendapatan yang sama mereka menabung lebih banyak ketimbang para buruh yang
bekerja di kota. Petani hidup hemat karena hidup mereka dekat dengan bencana,
dan tabungan mereka bertambah juga karena kiriman dari kota atau luar negeri.
Selain petani ada juga kelas penerima upah yang diindentikkan dengan kelas
menengah, juga merupakan sumber tabungan. Namun tabungan mereka relative
sedikit mengingat MPC mereka tinggi dan sedikit dari pendapatan mereka
dipergunakan untuk belanja barang-barang sekunder. Tabungan mereka tidak lebih
dari sekedar menunda konsumsi sehingga tidak begitu besar jumlahnya.
Tabungan Perusahaan
Tabungan perusahaan di Negara berkembang relative kecil dan biasanya terbentuk
dari perusahaan non korporasi. Sebagian perusahaannya adalah skala menengah.
Secara individual perusahaan-perusahaan tersebut tidak akan menyisihkan banyak
tabungan. Meski demikian secara kelompok mereka menyumbang lebih dari 50% dari
tabungan domestic Negara berkembang.
Strategi Peningkatan Pembentukan
Kapital/Hakim 174.
Dorongan pasar bebas : Mekanisme Klasik[
impor Kapital[
Eksploitasi Sumber Daya Menganggur[
Bujukan Moral[
Perbaikan dalam sistem pajak[
Pengembangan lembaga keuangan[
Meningkatkan kesempatan investasi[
Pembiayaan local atas investasi sosial[
Pembiayaan Inflasioner[
Sumber Dana Luar Negeri
Mengapa diperlukan dana dari LN?
Kendala-kendala dalam pembangunan diantaranya adalah :
1. keterbatasan skill
2. gap tabungan
3. gap devisa
Kendala kedua dan ketiga membutuhkan aliran dana dari luar negeri. Dengan
bantuan luar negeri dimaksudkan untuk menyamakan laju pertumbuhan investasi dan
tabungan (atau pun laju pertumbuhan ekspor dan impor) sehingga diharapkan
negara bisa berhenti meminjam dan membangun dengan modal sendiri.
Sumber dan Pengguna Dana LN
Dana-dana LN bisa berupa bantuan LN, kiriman uang dari LN, pinjaman bank-bank
swasta asing dan investasi dari LN. bantuan LN bersumber dari
pemerintah-pemerintah Negara asing. Bantuan tersebut bisa berasal dari
pemerintah asing, bisa juga dari lembaga-lembaga internasional, bisa bilateral
maupun multilateral. Berikutnya adalah pinjaman dari bank-bank komersial dengan
tingkat bunga yang tinggi dan jangka waktu peminjaman yang pendek. Sumber yang
lainnya adalah investasi luar negeri bisa berupa investasi portofolio, bisa
juga berupa investasi langsung. Pinjaman ke negara-negara berkembang dianggap
sebagai bantuan asing jika mengandung elemen : kemudahan-kemudahan
dibanding jika ia meminjam ke bank-bank komersiel. Kemudahan itu bisa berupa :
1. tingkat bunga yang rendah, 2. periode pembayaran yang lebih lama dan 3.
grace period (periode dari saat dana tersebut diberikan sampai kewajiban
mengangsur pertama kali). Tidak kalah pentingnya adalah kiriman dari warga
negara yang bekerja di Negara lain (remittances) dan juga kredit ekspor.
Pengguna dana luar negeri adalah
negara-negara yang sedang membangun, namun bukan berarti negara-negara maju
tidak pernah menikmati dana asing. Pasca PD II banyak Negara yang hancur di
segala bidang termasuk negara-negara di Eropa Barat dan Timur serta Amerika.
Sifat-sifat bantuan asing
keras dan lunak[
mengikat dn tidak mengikat[
berbentuk proyek dan program[
Ada satu bentuk khusus dari bantuan
asing adalah bantuan teknis atau bantuan kerja sama. Sasarannya adalah untuk
membentuk tenaga ahli dan lembaga-lembaga pendukung akselerasi. Bentuknya bisa
berupa pengiriman tenaga ahli di bidang tertentu ke Negara-negara berkembang,
pendidikan/training bertempat di Negara donor. Ada fenomena baru dalam bantuan
teknis yaitu munculnya beberapa lembaga internasional non pemerintah, yang ikut
menjadi fasilitator bantuan teknis tersebut. Kenyataannya ada beberapa
permasalahan berkaitan dengan bantuan teknis tersebut, yaitu : 1. bantuan
kadang-kadang tidak sesuai dengan kondisi negara penerima, 2. pengiriman pakar
asing ke Negara penerima donor biasanya membutuhkan biaya yang besar karena
mereka meminta bayaran yang tinggi dan fasilitas yang tinggi, 3. tidak semua
pakar adalah pengajar yang baik, terutama bila sudah berkaitan dengan kendala bahasa.
Sasaran dan Tujuan Bantuan Asing
Sasaran bantuan asing adalah Negara berkembang yang kecil jumlahnya, yang
biasanya diarahkan untuk membangun sarana dan prasarana, sekolah, kesehatan,
perumahan. Namun bisa juga bantuan tersebut dimaksudkan untuk menolong penduduk
dari musibah. Namun tidak juga menutup kemungkinan bahwa seruan moral hanyalah
pemancing belaka, karena tidak sedikit dari Negara pendonor menginginkan adanya
ekspansi politik, ekonomi maupun militer. Selain itu banyak yang mengkritisi bahwa
bantuan tersebut diinvestasikan ke proyek-proyek berskala besar karena lebih
mudah adminstrasinya. Dengan demikian, maka teknologi yang diadopsipun juga
teknologi tinggi yang padat capital, dengan kata lain kesempatan kerja untuk
Negara berkembang sangat kecil kemungkinannya. Dugaan lainnya adalah bahwa
bantuan asing justru akan menurunkan tabungan domestic karena dengan adanya
bantuan asing, peran tabungan tergantikan oleh bantuan asing tersebut
(meski bersifat semu). Kritik lainnya mengatakan bahwa bantuan asing hanya
menimbulkan inefisiensi dan sarang korupsi.
Keuntungan Dengan Adanya Bantuan
Asing
1. menutup gap tabungan dan devisa
2. menyediakan barang/jasa yang penting untuk produksi
domestic
3. Menyediakan teknologi yang diperlukan untuk peningkatan
produktivitas
4. Mendorong munculnya teknologi yang tepat dengan mengadopsi
teknologi mereka.
5. Menutup kekurangan dalam kewirausahaan
6. Meningkatkan akses ke bank, pasar dan sumber daya alam di
luar negeri
7. Menyediakan kesempatan kerja kihususnya skill labor
8. Melatih manajer dan teknisi domestic
9. Memunculkan penerimaan berbagai macam pajak
10. Meningkatkan efisiensi
11. Meningkatkan pendapatan nasional
Kerugian Dengan Adanya Bantuan Asing
1. Meningkatkan ketergantungan teknologi negara berkembang
terhadap Negara-negara asing.
2. negara donor sangat membatasi transfer paten, rahasia
perusahaan dan pengetahuan teknis karena dipandang sebagai ancaman
3. Meningkatkan konsentrasi di wilayah terentu
4. menghambat kewirausahaan dan investasi local di infant
industry
5. memperkenalkan produk dengan teknologi dan pola konsumsi
yang tidak sesuai dengan kondisi setempat
6. Meningkatkan pengangguran (yang unskill labor)
7. Mempertajam gap pendapatan karena beberapa perusahaan
asing diproteksi oleh pemerintah sehingga pesaing domestic dirugikan dan
pendapatannya menurun.
8. sering terjadi manipulasi pajak dengan mempertinggi biaya
investasi, dampak lanjutannya adalah menurunnya penerimaan pemerintah dari pajak.
9. bersifat reciprocal demand
10. bisa berdampak pada perolehan devisa karena terjadinya
repatriasi dana dalam jumlah yang besar, keuntungan, royalty dan fee manajerial
dan jasa-jasa.
Dengan kondisi semacam itu, yang terpenting adalah memperkuat bargaining power
(posisi tawar) pada Negara-negara berkembang agar tidak terlalu terjebak
bantuan asing yang berkedok pada peningkatan moralitas di Negara berkembang.
.
MASALAH PENGANGGURAN
Pembangunan ekonomi di Negara-negara Eropa Barat dan Amerika Utara sering
dideskripsikan sebagai transfer manusia dan aktivitas ekonomi secara terus
menerus dari daerah perdesaan ke perkotaan. Hal ini dimungkinkan karena
kombinasi dua factor, yaitu:
1. ekspansi industri perkotaan yang menimbulkan penciptaan
kesempatan kerja baru
2. kemajuan teknologi yang bersifat menghemat tenaga kerja
(labor saving) di sektor pertanian sehingga menurunkan kebutuhan angkata kerja
di daerah perdesaan.
Atas dasar pengalaman itulah, maka banyak pakar pembangunan yang menyimpulkan
bahwa pembangunan ekonomi di dunia ketiga perlu menitik beratkan pada promosi
pertumbuhan sektor industri perkotaan yang cepat. Mereka cenderung melihat
perkotaan sebagai pusat-pusat pertumbuhan. Sayangnya strategi industrialisasi
yang cepat, di banyak kasus gagal membawa dampak yang diinginkan. Karena itu
bagi NSB dihadapkan pada kondisi unik dari kombinasi permalahan
pergerakan penduduk dari desa menuju ke kota dalam jumlah besar, stagnannya
produk pertanian dan meningkatnya pengangguran dan underemployment di daerah
perkotaan dan perdesaan.
Bagaimana kondisi di Indonesia?
Jelas sebagaimana dengan kondisi negara-negara berkembang lainnya, masalah
penganguran merupakan masalah yang tidak akan ada habisnya untuk dibicarakan.
Dan pengangguran ini pun juga tidak hanya menimpa/dialami Negara berkembang,
namun di Negara maju pun belum ada rumusan yang pasti bagaimana menanggulangi
pengangguran secara tepat, yang bisa hanyalah mengurangi jumlah pengangguran
yang ada.
Macam-macam Pengangguran
1. Voluntary unemployment
2. Disguised unemployment
3. Deflationary unemployment
4. Frictional unemployment
5. Technological unemployment
6. Seasonal unemployment
7. Cyclical unemployment
• voluntary
unemployment adalah pengangguran yang terjadi karena adanya orang yang
sebenarnya masih dapat bekerja, tetapi dengan sukarela tidak bekerja.
• Disguised unemployment adalah pengagguran yang terjadi
karena pekerja yang bekerja menekan produktivitas pekerja yang lainnya.
• Deflationary unemployment, yaitu pengangguran yang terjadi
karena jumlah buruh yang ingin bekerja lebih banyak ketimbang pekerjaan yang
tersedia.
• Frictional unemployment, yaitu pengangguran yang terjadi
karena adanya gap antara skill dengan kebutuhan yang diinginkan atau karena
adanya kesalahan penempatan orang yang salah di tempat yang salah sehingga
menggeser tenaga kerja manusia yang lain.
• Technological unemployment, adalah pengangguran yang
terjadi bilamana ratio modal dengan tenaga kerja dalam bidang produksi
menunjukkan tendensi yang bertambah (kemajuan teknologi menggeser peran manusia
dalam mengerjakan pekerjaan).
• Seasonal unemployment, yaitu pengagguran yang terjadi
karena pengaruh musim.
• Cyclical unemployment, pengangguran yang terjadi karne
perubahan-perub ahan dalam konjungtur.
Selain macam-macam pengangguran
tersebut, ada lagi jenis pengangguran sebagaimana berikut :
1. Pengangguran Terbuka (open unemployment) adalah
jumlah tenaga kerja yang sedang mencari pekerjaan, baik yang sebelumnya pertama
kali mencari pekerjaan maupun yang pernah bekerja sebelumnya.
2. Setengah Pengangguran (underemployment) adalah pekerja
yang masih mencari pekerjaan penuh atau sambilan dan mereka yang bekerja
dengan jam kerja rendah (di bawah sepertiga jam kerja normal, atau berarti
bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu) namun masih mau meenrima pekerjaan,
serta mereka yang masih mencari pekerjaan namun masih mau menerima pekerjaan.
3. Pengangguran Parah (severe underemployment) , adalah
pengangguran yang setengah menganggur dengan jam kerja kurang dari 25 jam
seminggu.
Dari fenomena yang ada, justru
pengangguran terbuka merupakan fenomena yang dominant di daerah perkotaan,
dengan komposisi 3 kali lipat ketimbang di daerah perdesaan. Dan bila ditelisik
lebih mendalam lagi maka komposisi pengangguran ini didominasi oleh :
1. pengangguran didominasi oleh kaum muda dengan usia antara
15 – 19 tahun (13%), 20-24 tahun (14%). Kedua kelompok usia ini mendominasi
hamper 70% dari pengangguran total.
2. tingkat pengangguran tertinggi menurut jenis pendidikan
dialami oleh lulusan SMA dan Perguruan Tinggi yang masing-masing sebesar 16,9
%dan 14,8%.
3. 45% pekerja perdesaan berada dalam kondisi menganggur yang
berarti lebih tinggi ketimbang pekerja perkotaan.
Untuk mengurangi tingkat
pengangguran yang ada maka bisa dilakukan dengan kebijakan moneter
ekspansioner, dimana kebijakan ini dimaksudkan untuk menstimulir investasi
swasta. Bilamana usaha-usaha tersebut tidak berhasil maka tetap akan
dihadapi adanya gap deflasioner. Dalam kondisi yang demikian maka pemerintah
dapat mengintroduksi kebijakan pajak dan kebijakan pengeluaran pemerintah, agar
perekonomian mencapai full employment yang stabil. Sebaliknya bila terjadi gap
inflasioner maka dalam hal ini pemerintah dapat menjalankan program kredit
kontraksioner yang ditujukan kearah memperkecil gap inflationer. Bila
usaha-usaha tersebut tetap tidak berhasil, maka pemerintah bisa menaikkan
tingkat pajak serta program-program untuk menurunkan pengeluaran pemerintah.
Kebijakan moneter : (Jinghan 370),
manfaatnya :
1. mendapatkan dan mengambil manfaat dari struktur
tingkat suku bunga yang paling sesuai.
2. meraih perimbangan yang kuat antara permintaan dan
penawaran uang.
3. menyediakan fasilitas kredit yang tepat bagi perekonomian
yang sedang berkembang dan menghentikan perkembangan yang tidak semestinya, dan
juga penyaluran kredit kepada para pengguna sesuai dengan investasi yang
direncanakan sebelumnya.
4. pendirian, pelaksanaan dan perluasan lembaga keuangan
5. menajemen utang
Kebijaksanaan Fiskal, tujuannya
adalah
1. untuk meningkatkan laju investasi
2. untuk mendorong investasi optimal secara sosial
3. untuk meningkatkan kesempatan kerja
4. untuk meningkatkan stabilitas ekonomi ditengah
ketidakstabilan internasional
5. untuk menanggulangi inflasi
6. untuk meningkatkan dan meredistibusikan pendapatan
nasional
Dari segala ragam kebijakan fiskal,
maka pajak dianggap sebagai piranti yang paling efektif. Hal ini mengingat arti
pentingnya pajak adalah :
1. pajak merupakan piranti yang paling penting dalam
mengendalikan pengeluaran, karena biasanya bila terjadi kenaikan pendapatan,
masing-masing individu cenderung untuk meningkatkan konsumsinya.
2. untuk meningkatkan penerimaan pemerintah, sekaligus sebagai
piranti untuk mempergiat tabungan
3. merupakan cara paling efisien untuk mentransfer sumber
kepada pemerintah agar digunakan lebih produktif
4. untuk memperbaiki pola investasi di dalam perekonomian
5. untuk mengurangi jurang perbedaan antara si kaya dan si
miskin
6. untuk memobilisasi surplus ekonomi dan secara terus
menerus memperbesar surplus tersebut
Selain pajak, ada sumber lain untuk
menggalang modal yaitu pinjaman public. Pinjaman ini lebih baik ketimbang pajak
karena pinjaman public ini sifatnya sukarela sedangkan pajak sifatnya memaksa.
Tidak pernah ada orang yang dengan sukarela/ikhlas membayar pajak karena ia
tidak pernah merasa memperoleh balas jasa atas pembayaran pajaknya tersebut,
sedangkan orang yang meminjamkan modal biasanya distimulir oleh adanya balas
jasa dari peminjaman modal tersebut.
Pinjaman dari masyarakat sebagai
tindakan anti inflasioner dilakukan dengan cara memoblisasi uang surplus yang
ada di tangan masyarakat, mengalihkannya dari jalur-jalur tidak produktif ke
saluran yang produktif. Namun untuk Negara-negara berkembang pinjaman public
terbatas karena lingkaran kemiskinan yang tidak berujung pangkal. Karena itu
perlu upaya-upaya tertentu, yaitu : 1. Sosialisasi yang lebih intens mengenai
arti pentingnya menabung, 2. adanya jaringan perantara untuk menarik tabungan
dari masyarakat, 3. didirikannya bursa saham yang terorganisir dengan baik
(perubahan nama menjadi Bursa Efek Indonesia) dan 4. meningkatkan kepercayaan
masyarakat terhadap kredibilitas pemerintah dalam bidang politik dan keuangan
(ekonomi)
PERANAN PENGELUARAN NEGARA
DI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
Jinhan (2002:398) menyatakan bahwa
secara logis, kebanyakan perusahaan swasta enggan untuk melakukan investasi di
bidang yang rentan dan tidak cepat menghasilkan. Dalam kondisi yang demikian,
pembangunan ekonomi yang cepat hanya dimungkinkan melalui pengeluaran Negara.
Oleh kaena itu menjadi kewajiban Negara untuk menciptakan infrastruktur
yang diperlukan bagi kemajuan. Negara memiliki sumber keuangan yang lebih besar
dan berada dalam posisi yang memungkinkan untuk melancarkan overhead
sosial (pendidikan, kesehatan msyarakat, perumahan murah) dan ekonomi
yang memerlukan jangka waktu persiapan lama. Peranan belanja Negara dalam
pembangunan ekonomi terletak dalam peningkatan :
• laju pertumbuhan ekonomi (dimaksudkan untuk menjamin
keseimbangan antara penawaran dengan permintaan untuk mencegah kecenderungan
inflasioner)
• penyediaan kesempatan kerja (dimaksudkan untuk mengurangi
jumlah pengangguran yang semakin meningkat)
• peningkatan pendapatan dan standar kehidupan (lihat program
pemerintah mengenai operasi pasar minyak goring, beras miskin, JPS, IDT, meskis
ebagian ternyata tidak tepat sasaran)
• penurunan kesenjangan pendapatan dan kemakmuran
• mendorong inisiatif dan usaha swasta (dengan deregulasi dan
debirokratisasi)
• mewujudkan keseimbangan regional di dalam perekonomian
PEMBANGUNAN REGIONAL DAN
SEKTORAL
1. Pembangunan Daerah
Pengertian Daerah
1. Suatu daerah dianggap sebagai ruang di mana kegiatan
ekonomi terjadi di dalam berbagai pelosok ruang tersebut terdapat sifat-sifat
yang sama (kesamaan diantaranya dari pendapatan perkapitanya, sosial budayanya,
geografisnya). Daerah semacam ini disebut sebagai daerah homogen.
2. Suatu daerah dianggap sebagai suatu ekonomi ruang yang
dikuasai satu atau beberapa pusat kegiatan ekonomi. Daerah semacam ini disebut
sebagai daerah nodal.
3. Suatu daerah adalah suatu ekonomi ruang yang berada
dibawah satu administrasi tertentu seperti propinsi, kabupaten, kecamatan dan
sebagainya. Jadi daerah disini berdasarkan pada pembagian administrasi suatu
negara. Daerah dalam pengertian ini dinamakan daerah perencanaan atau daerah
administrasi. (Arsyad;1999:297)
Pengertian Pembangunan Ekonomi
Daerah
Adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola
sumberdaya-sumnberdaya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara
pemerintahd aerah denga sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja
baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam
wilayah tersebut.
Ada beberapa permasalahan
pokok yang bisa dicuatkan dalam pembangunan ekonomi daerah, yaitu :
pemberdayaan kekhasan daerah (endogenous
development) denganA
menggunakan potensi sumberdaya manusia, kelembagaan dan sumberdaya fisik secara
local (daerah).
pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses, yaitu suatu
prosesA yang mencakup pembentukan
institusi-institusi baru, pembangunan indstri alternative, perbaikan kapasitan
tenaga kerja yang ada untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih baik,
identifikasi pasar-pasar baru, alih ilmu penetahuan dan pengembangan
eprusahaan-perusahaan baru.
Tujuan utama dalam pembangunan ekonomi daerah adalah
meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah.A
Teori Pertumbuhan dan Pembangunan
Daerah
Meski dikatakan tidak ada satu teoripun yang komprehensif dalam pembangunan
daerah, namun ada beberapa teori yang secara partial dapat membantu untuk
meningkatkan pemahaman terhadap pembangunan ekonomi daerah. Intinya adalah
bahwa dalam pembangunan daerah membahas mengenai dua hal, yaitu :
1. Metoda untuk menganalisis perekonomian suatu daerah
2. Teori yang membahasas tentang factor-faktor yang
menentukan pertumbuhan suatu daerah tertentu.
Memang menganalisis perekonomian
suatu daerah bukan pekerjaan yang mudah, karena sebab-sebab berikut :
Data daerah sangat terbatas
Data yang tersediaan kadang-kadang tidak
sesuai dengan data yang dibutuhkan
Data tentang perekonomian daerah sangat
sulit untuk dikumpulkan
Bagi NSB, data
yang ada kadang-kdang tidak sesuai dengan fakta yang ada (sulit
dipercaya)
Beberapa Teori Pertumbuhan dan
Pembangunan Daerah
1. Teori Basis Ekonomi (Economic Base Theory).
Teori ini menyatakan bahwa factor penentu utama pertumbuhan ekonomi suatu
daerah adalah berhubungan langsung dengan permintaan akan barang dan jasa dari
luar daerah. Fenomena inilah yang akan menimbulkan penciptaan peluang kerja
(job creation).
2. Teori Lokasi
Ada tiga factor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah yaitu lokasi,
lokasi dan lokasi. Maknanya adalah perusahaan akan memilih lokasi yang
memaksimumkan peluangnya untuk mendekati pasar. Tentu saja lokasi ini juga
harus disinergikan dengan upah tenaga kerja, biaya energi, ketersediaan
pemasok, komunikasi, fasilitas pendidikan dan latihan, kualitas pemerintah
daerah dan tanggungjawabnya dan sanitasi.
3. Teori Tempat Sentral (Central Place Theory)
Setiap tempat sentral didukung oleh sejumlah tempat yang lebih kecil yang
menyediakan sumberdaya (indstri dan bahan baku). Tempat sentral tersebut
merupakan suatu pemukiman yang menyediakan jasa-jasa bagi penduduk daerah yang
mendukungnya.
4. Teori Kausasi Kumulatif
Kekuatan-kekuatan pasar cenderung memperparah kesenjangan antara daerah-daerah
maju dengan terbelakang. Daerah-daerah maju mengalami akumulasi keunggulan
kompetitif dibanding daerah-daerah lainnya, dan inilah yang oleh Myrdal disebut
sebagai backwash effects (semua perubahan untuk daerah-daerah yang dirugikan
yang timbul karena adanya ekspansi ekonomi dari suatu daerah). Kebalikannya
adalah spread effect (yaitu pengaruh menguntungkan karena adanya ekspansi
ekonomi suatu daerah ke daerah sekitarnya). Jika suatu daerah mengalami
perkembangan maka perkembangan tersebut akan membawa dampak ke daerah yang
lainnya. Yang jelas pasti akan ada perbedaan, dan bila perbedaan antara kedua
daerah tersebut semakin menyempit berarti terjadi imbas yang baik (trickling
down effects). Bila perbedaan antara kedua daerah tersebut semakin jauh berarti
terjadi proses pengkutuban (polarization effects).
5. Model Daya Tarik.
Teori ini didasari oleh adanya fenomena bahwa suatu masyarakat dapat
memperbaiki poisisi pasarnya terhadap indutrialis melalui pemberian subsidi dan
insentif.
Paradigma Baru Teori Pembangunan Ekonomi Daerah
KOMPONEN KONSEP LAMA KONSEP BARU
Kesempatan Kerja
Basis Pembangunan
Aset-aset Lokasi
Sumberdaya
Pengetahuan
Semakin banyak perusahaan = semakin banyak peluang kerja
Pengembangan setor ekonomi
Keungulan Komparatif didasarkan pada
asset fisik
Ketersediaan Angkatan Kerja
Perusahaan harus mengembangkan pekerjaan yang sesuai dengan
kondisi penduduk daerah
Pengembangan lembaga-lembaga ekonomi
baru.
Keunggulan kompetitif didasarkan
pada kualitas lingkungan
Pengetahuan sebagai pembangkit
ekonomi
Perencanaan Pembangunan Ekonomi
Daerah
Adalah perencanaan untuk memperbaiki penggunaan sumberdaya-sumberdaya public
yang tersedia di daerah tersebut dan untuk memperbaiki kapasitas sektor swasta
dalam menciptakan nilai sumberdaya-sumberdaya swasta secara bertanggungjawab.
Pada perencanaan ini harus melibatkan sektor swasta, petani, pengusaha kecil,
koperasi, pengusaha ebsar, organisasi-organisasi sosial. Kesemuanya adalah
unsure-unsur yang komprhensif dan berinteraksi satu dengan yang lainnya.
Manfaat Perencanaan Pembangunan
Daerah
Dalam memformulasikan rencana pembangunan daerah, tidak bisa dilakukan secara
mandiri dalam arti yang murni. Bagaimana pun campur tangan peemrintah masih
tetap diperlukan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah akibat-akibat buruk dari
mekanisme pasar terhadap pembangunan daerah serta menjaga agar pembangunan dan
hasil-hasilnya dapat dinikmati berbagai daerah yang ada. Hanya permasalahannya
adalah sejauh mana campur tangan tersebut?
Menjawab pertanyaan ini didasarkan
pada beberapa kondisi daerah masing-masing yang memiliki beberapa
karakteristik, dan sebagai bahan pertimbangan adalah :
perbedaan tingkat pembangunan
perbedaan tingkat kesejahteraan
Bila proses perekonomian diserahkan
kepada mekanisme pasar, akibat-akibat yang kurang menguntungkan adalah :
-
Daerah miskin akan mengalami kesulitan
dalam membangun sektor
industrinya dan memperluas kesempatan kerja.
- Penduduk akan semakin cepat
berkembang dan berdampak pada semakin rendahnya pendapatan perkapita, dan efek
dominonya adalah semakin banyaknya pengangguran.
- daerah-daerah miskin akan sulit merubah
struktur ekonominya yang tradisional, sehingga akan bisa ke pertanian. terjadinya perpindahan penduduk ke daerah yang lebih maju terutama
tenaga kerja yang masih muda.
- Bagi daerah maju pada awal
terjadinya ekspansi memang menikmati banyak keuntungan, namun pada akhirnya
akan mengalami kesulitan-kesulitan juga yaitu :
- Karena daerah maju harus menampung penduduk dari daerah miskin, lama kelamaan daerah tersebut akan menjadi
terlalu padat (congested) sehingga membebani pemerintah untuk semakin
memperbesar pengeluaran untuk menciptakan karena public yang dibutuhkan
masyarakat.
- Daerah-daerah ini akan menghadapi
masalah sosial akibat dari
perkembangannya, seperti masalah polusi, kerawanan keamanan, pemukiman,
sanitasi, kesehatan dan sebagainya.